Kumpulan Puisi

[Luka yang bersahabat]
Ia membuatku gila.
Siapa sangka, sampai saat ini ia membuatku nyaman akan adanya luka.
Membuatku terbakar dalam api kebahagiaan.
Berkobar tapi tak akan pernah hangus.
Dan mungkin memang begitu,
Tentang luka yang tak pernah ku seka.
Tentang dia?. Bukan, ini tentang kehadirannya.
Layaknya senja, Ia begitu indah.
Dan aku hanyalah daratan yang tak bertepi maupun menepi.
Yang setia menunggumu walau engkau tak pernah berjanji untuk kembali.
Serta yakin bahwa di ujung sana, engkau akan tetap menjadi yang terindah.
Untuk saat ini dan seterusnya,
Hanya luka yang bersahabat.
 [Lautan]
Dan tanpa sadar..
Aku telah tenggelam dalam birunya lautan.
Karena senja yang begitu indah, terlukis rapi dalam luasnya cakrawala.
Lembutnya air menyapaku, menari-nari dengan gelembung biru.
Menjauh dari kenyataan dan semakin jauh.
Membuatku gila untuk menggapai kehidupan disana.
Gelap. Ia membawaku ke dunia yang jauh lebih indah.
Menuju ke pelabuhan, yang tak pernah ku singgahi.
[Aku]
Dan suatu ketika..
Saat tawamu sudah tak lagi lara...
Aku akan pergi, Karena engkau sudah sembuh.
Aku akan kembali pada masa lalu ku.
Terkubur dalam setiap tawamu ini.
Lalu tertawa seperti tawamu yang kini.
Menikmati setiap kematian yang datang.
Saat senja redup dan terik tak lagi bernyawa.
Aku akan tetap yakin bahwa engkau akan selalu bahagia.
[Genangan rasa]
Ketika redup mu kembali terasa 
Ku kira engkau akan bersinar seindah senja.
Ternyata engkau tewas dengan senyum yang dulu pernah kusapa.
Sekejap lalu berubah menjadi tawa yang kini menguburku terlalu dalam .
Hingga kini, kematian terasa begitu menyenangkan.
Suatu ketika engkau pernah hadir dengan luka yang pilu.
Membiarkan mu bersandar membuat ku larut dalam mimpi itu.
Bahwa aku akan memiliki mu.
Aku masih teringat dengan luka itu.
Yang lalu sekejap berubah menjadi kata aku sudah sembuh.
Senyum ku dan senyum mu bertemu.
Lalu aku juga berkata aku juga akan selalu sembuh.
Dan pada akhirnya, aku yang selalu menyembuhkan mu kini terkubur ke dalam tawa yang di kejauhan sana.
Milikmu yang kini bukan lagi milikku.
Sampai engkau akan mengerti bahwa aku adalah luka yang selalu menyembuhkan mu dan rapuh yang selalu menguatkan mu.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duka bersajak

Jalan Pulang

Sesa'at sebelum mati